RSS

Awal Ramadhan 1432H


Wah seru di lihat dari judulnya.  Ada apa dengan awal bulan ramadhan ini yach?? Yups kenapa aku memilih judul itu, karena pada hari ini, hari  kedua di bulan ramadhan pada tahun ini. Tak seperti biasanya aku makan sahur hanya seorang diri di kost. Rasanya hampa. Tapi tak apa lah meskipun sendirian aku harus tetap semangat. Sebenarnya aku ngekost berdua ama teman, tapi kebetulan sekarang dia lagi kerja shift malam.

Emang kayaknya di awal bulan ramadhan ini banyak ujian buatku, gimana tidak? Hal ini di mulai dari sahur  dihari pertama saja kesiangan sehingga mepet waktunya. Habis itu pulang kerja jalan kaki sampe ke kost karena di jalan lagi macet….huufftt bener2  tantangan yang sangat seru. Tapi aku tak boleh mengeluh. Semua ini pasti ada hikmahnya.
Di saat seperti ini aku jadi merindukan suasana di mess yang dulu di mana banyak teman2 tak merasa kesepian. Aku rindu dengan keceriaan teman2 di masjid dikala bulan ramadhan. Aku rindu dengan kegiatan-kegiatan yang ada disekitar mess. Tapi aku yakin dalam kesendirianku pasti ada keindahan.

Marhaban Ya Ramadhan


Selamat Menjalankan Ibadah Puasa




Yups Tinggal menghitung hari.....

 Tak terasa sebentar lagi sudah memasuki bulan Ramadhan. Bulan indah yang sangat dinanti-nanti oleh semua umat Islam. Karena di bulan ini ada ibadah wajib spesial yang tidak dilaksanakan dibulan-bulan yang lain, memang di spesialkan di bulan ini. Ibadah tersebut yaitu melaksanakan puasa 1 bulan penuh.
Sms-sms ucapan ramadhan pun sudah membanjiri HPku. Acara TV juga sudah banyak yang di kemas dengan momen bulan Ramadhan, baik itu iklan, sinetron dan acara lainnya yang ditayangkan.Setiap ketemu teman yang dibahas juga masalah bulan puasa dan acara lebaran. Dan yang lebih kocak lagi kalo teman2 di kantor udah pada ngmongin masalah kue lebaran lah, baju lebaran lah, mnta oleh-oleh kalo mudik, nanti kalo mau mudik berangkat jam berapa?? Aduch duch..kyaknya ni udah pada mau mudik semua dech....hehe..
Belum lagi teman2 yang dikampung pada nanyain lebaran mudik g jeng, nyampai rumah tanggal berapa? kita reunian lagi yuk...bla bla bla...masih banyak lagi pertanyaan2...
Memang benar bulan ini sangat dinanti-nanti.
Tapi yang paling penting adalah sudah siapkah kita untuk menghadapinya??persiapan apa yang sudah ada pada diri kita??
Sudah siapkah mental  kita, untuk menghadapi segala tantangan??
Sudah siapkah roh kita, untuk memperbanyak dan meningkatkan amal ibadah kita?
Sudah siapkah fisik kita untuk menahan dahaga & lapar demi ibadah kita kepadaNYA?
Sudah siapkah materi  kita, untuk lebih memperbanyak sodaqoh kita?
Persiapan-persiapan tersebut harus sudah kita siapkan. Di bulan yang penuh berkah ini kita harus senantiasa meningkatkan kualitas diri kita. Untuk meningkatkan kualitas diri harus dimulai dengan niat dari hati terlebih dulu.
Salam Ramadhan, salam ukhuwah........
Mari tingkatkan keimanan dan amal ibadah kita
Semoga kita semua masih dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah ini. 
Semoga kita semua mendapat berkah di bulan yang suci ini. 
Semoga kita semua diberi kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah ini.
Amin Amin ya Robbal alamin……

Senyum


Senyum
Ringan tak bersuara tapi penuh makna
Senyum
Murah tapi tak ternilai dengan rupiah
Senyum
Tak bertenaga tapi besar motivasinya
Senyum
Suatu hal yang mudah tapi selalu tampak indah dan membuat orang lain merasa bahagia
Senyum
Satu hal yang biasa tapi bisa jadi special
Senyum
Ibadah yang paling mudah tapi setara dengan sedekah 

Best Friend


To my best friend…
Yang jauh dimata namun dekat dihati…
Mengenalmu adalah suatu anugrah
Menyakitimu adalah suatu kesalahan yang membuat kita dimurkai Allah
Meninggalkanmu adalah suatu kebodohan
Bersahabat denganmu adalah sebuah takdir
Menjadi sahabatmu adalah sebuah kesempatan
Tetap menjadi sahabat baikmu adalah suatu kebahagiaan…..

Teguran

Lagi…
Teguran itu datang begitu halus
Begitu lembut
Begitu santun
Tak perlu ada orang tau tentangnya
Tak perlu seorang pun yang tau teguran itu untukku
Untuk seorang manusia yang berharap menjadi suci
Kini aku mengerti betapa kegelisahan adalah nikmat
Betapa ketenangan tak melulu berarti nikmat
Betapa saat ini aku tak menginginkan ketenangan
Ketenangan yang bisa berujung pada laknat
Betapa ku bahagia dengan kegelisahan ini
Kegelisahan yang begitu saja meyergapku tanpa permisi
Kegelisahan yang aku terjemahkan sebagai mikmat
Kegelisahan yang ku artikan sebagai kasih sayang – NYA
Sungguh, betapa DIA menyayangiku…
Tak perlu kau berkata aku ini aneh
Aku sudah biasa
Penilaianmu tentangnya tak akan lagi aku pedulikan


Copas from http://shalihah.blogspot.com/

AKU....

Aku adalah aku
Aku bukanlah kamu
Aku juga bukanlah dia
Bahkan aku juga bukanlah mereka
Dan
Aku tidak  akan menjadi kamu
Aku juga tidak  akan menjadi dia
Bahkan aku juga tidak akan menjadi mereka
Dan
Aku tidak ingin menjadi kamu
Aku juga tidak  ingin menjadi dia
Bahkan aku juga tidak ingin menjadi mereka
Karena
Aku tidak mungkin bisa  menjadi kamu
Aku juga tidak  mungkin bisa menjadi dia
Bahkan aku juga tidak mungkin bisa menjadi mereka
Karena
Aku lebih suka menjadi diri sendiri
Aku tidak akan pernah tergantikan oleh kamu, dia dan mereka
Aku juga tidak akan bisa  tergantikan oleh kamu, dia dan mereka
Inilah yang terbaik untukku
Dan
yang paling penting
Aku ada karenaNYA
Aku tidak berarti apa-apa
Aku juga tak bisa berbuat apa-apa
Jika tanpaNYA
Aku bisa seperti ini karenaNYA
Thank you Ya Allah

                                                                                                            ( Motivation for myself)

Ohh Father......

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…


Copas From :  http://radenbeletz.blogdetik.com/