RSS
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rasanya Mulut ini Terkunci


Tidak seperti biasanya, hari ini aku di kantor lebih banyak diam. Emang sich meskipun aku bukan tipe orang yang supel tapi aku biasanya suka cuap-cuap ama tmen kalo di kantor, aku yang paling cerewet..hhheee.. Tapi lain dengan hari ini. Diam, malas untuk ngomong. Diajak bicara saja rasanya enggan menjawab, tpi ttep aja aku harus menjawab pertanyaan2 atau obrolan yang sekiranya ttg pekerjaan. Itupun aku hanya menjawab seperlunya saja.

Rasanya ingin sekali bicara tapi males banget. Aku g thu kenapa hari ini aku malas bicara, seakan-akan mulut ini rasanya terkunci rapat-rapat. Aku udah berusaha untuk mencari kunci tersebut, supaya aku bisa membuka mulut ini dengan berbagai obrolan seperti biasanya. tapi ternyata aku belum bisa menemukannya juga.
Seharian Cuma diam di tempat duduk, malah ku sibukkan diri chatting dengan temen. Iya karena aku lagi males ngomong makanya mending aku chatting sajo. Pikiran tak menentu kalut banget. Tapi aku sendiri tak tahu apa penyebabnya. Pokoknya hari ini aku lagi males bicara. Mau mengeluakan satu kata aj rasanya berat banget. Aku berharap moga semuanya baik-baik saja.

Persimpangan Jalan



Cukuplah...
kusimpan semua ceritaku
yang dulu

Tentangku...
tentang apapun yang membuatku
tiada berarti

Di Persimpangan aku...
berdiri
membisu
harus kuputuskan
kemanakah ku melangkah...
Wah wah itu mah lirik nasyidnya edcoustic donk…bukan itu maksudnya ya….Memang sich sebelumnya terinspirasi dari sana juga. Tapi ini beda permasalahan…OK lah langsung saja..
Sebenarnya aku lagi bingung saja, ketika harus memilih..memilih diantara dua bahkan lebih pilihan2 yang sama-sama penting dan yang juga sama-sama baik…
Jalan mana yang harus aku ambil??Haruskah aku ambil jalan yang lurus ke depan ataukah yang belok kanan ataukah yang belok kiri??hhmmm………..Mana yang harus ku ambil…..
Ya Allah hanya kepadaMU lah hamba meminta petunjuk dan memohon pertolongan…..

Malaikat dari Tuhan

Suatu ketika seorang bayi siap dilahirkan ke dunia. Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan,
Para Malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimkan aku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? Saya begitu kecil dan lemah”, kata si bayi.
Tuhan menjawab,”Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.Tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini cukup bagi saya untuk bahagia”, demikian kata si bayi.
Tuhan pun menjawab,”malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih bahagia.
Si bayipun bertanya kembali,”dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?”
Sekali lagi Tuhan menjawab,”malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa”.
Si bayipun masih belum puas, ia pun bertanya lagi,”saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”
Dengan kesabaran Tuhan pun menjawab,”malaikatmu yang akanmelindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun”.
Si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya,”tapi saya akan bersedih karena tidak akan melihat Engkau lagi”.
Tuhan pun menjawab,”malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agak kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu”.
Tuhan jika saya harus pergi sekarang bisakah Engkau memberitahuku siapa nama malaikat di rumahku nanti?”
Tuhanpun menjawab,”kamu dapat memanggil malaikatmu IBU……………..”.
Kenanglah ibu yang menyayangimu, untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi. Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu?
Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?
Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan. Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu. Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang, ketika ibu telah tiada.
Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita, tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia. Tak ada lagi dan tak kan ada lagi yang meneteskan air mata mendoakanmu di setiap hembusan nafasnya. Kembalilah segera, peluklah ibumu yang telah menyayangimu.
Ibu, maafkan atas semua kesalahanku, semua jasamu sampai kapanpun tak kan pernah terlupakan.

Maafkan Aku.....

Begitu besar pengorbananmu
Dari dulu sampai sekarang tak ada ujungnya
Banyak yang kau berikan padaku
Semuanya tak terhitung….
                Diri ini sungguh tak berarti  apa-apa
                Hanya kesusahan yang  kuberikan padamu
                Hanya kekecewaan yang kutujukan padamu
                Hanya kekecewaan yang kau  dapat dariku
Itukah balasanku untukmu?
Patutkah aku melakukan itu untukmu?
Apa yang dapat aku banggakan?
Sanggupkah aku membuatmu bahagia?
                Terlalu banyak yang kau pendam dalam hati
                Harapanmu padaku…..
                Goresan luka dariku….
                Tuntutan-tuntutan dariku…..
Kau begitu kuat
Membendung  semua itu
Kau rela berkorban
Demi kebahagiaanku
                Tak terasa linangan air mata
                Menetes saat mengingatmu
                Meskipun raga terpisahan oleh jarak
                Tapi hati kita masih tetap menyatu
Aku disini dan engkau disana
Aku tak tahu….
Apa yang sedang terjadi padamu sekarang
Sedihkah atau bahagiakah????
                Maafkan aku yang tak bisa menjagamu
Dalam doamu kau selalu menyebutku
Kau selalu memintakan ampun atas dosaku
Kau selalu memintakan kebahagiaan untukku
Sampai kapanpun….
Cintamu padaku tak terbalaskan
Begitu besar jasamu
Begitu mulia dirimu
                InsyaAllah…..
                Kelak kau akan mendapatkan
                Balasan dariNYA
                Berupa surga………

PLEASE DECHH…’TEGAKKAN UKHUWAH’ DUNK…!!!!

MenurutQ terlalu kompleks, masalah yang dihadapi umat islam di Indonesia. Terlalu banyak yang buat saya Kadang jengah pengen sekali menyesaikan atau sekedar berusaha ikut membantu menyelesaikan semuanya.
Tapi Kadang saya bingung harus mulai dari mana, terlalu banyaknya beneran terlalu banyak.
Mulai dari
Jil dan segala jenisnya, tidak semua orang berfikiran sableng itu JIl loh. Walau bisa disebut sekawan dineraka. Bukannya saya asal nuduh mereka pantas di neraka, masalahnya pilihanya hanya ada 2, surga atau neraka, nah orang-orang yang menghalalkan apa yang diharamkan ALLAH dan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh ALLAH, masak mereka dibiarkan sama ALLAH enak-enakan disurga(hehe..). Boleh gak pakai jilbab, nikah beda agama monggo, homoseksual silahkan(naudzubillahmindzalik....)
Jil dengan segala usahanya saya rasa cukup mempengaruhi orang-orang malang yang dengan bangganya ikut menyerukan kesesatan, biasanya orang seperti ini yang ikut-ikutan adalah yang salah, contohnya gini deh, saat dedengkotanya bilang jilbab gak wajib dan semua pakaian itu jilbab, siapa yang banyak setuju, anda bener. Muslimah yang gak pakai jilbab. Mereka serasa mendapatkan “hukum” kebolehannya.
Kita harus bagaimana kalau kata murobiyah mah, ya kita jangan sok, mereka yang gak pakai jilbab bukan pendosa berat yang patut dijahui, please deh. Dekati mereka, dakwai dengan baik, jangan merasa sok benar, yang nggak pakai jilbab hanya belum tahu rasa enaknya pakai jilbab, so. Ayolah tunjukan enaknya. kagak usah pakai cara mengurui.
Belum lagi pertikaian antar sesama, sudah jadi rahasia umum, kalau yang jadul model NU dan Muhamadiyah. Sering terdengar “Si A nggak mau ikut ini karena dia Muhamadiyah” “Si B nggak mau ke masjid S karena Itu masji NU”
Kalau yang agak ‘modern’ dalam hal pertengkarannya ada salaf, tarbiyah, HTI, dkk. Saya Kadang jengah membaca beberapa statement tanpa dasar, yang dilontarkan sekelas ulama di masing2 kajian. Bukanya di islam ada yang namanya selalu berprasangka baik pada sesame muslim. Orang yang ikut NU, Muhamadiyah, Tarbiyah dkk, juga sama-sama masih islam bukan. Jadi kenapa ada coment seperti ini
“Itu partai dakwah, sekarang non muslim boleh ikut. Besok apa lagi skandal yang mereka lakukan” ( kenapa tidak mencari tahu asal muasalnya, bertanya tidak ada salahnya dari pada sibuk menebar prasangka salah kepada saudaranya)
“Lihat partai dakwah itu, caleg perempuanya fotonya dimana2”(kalau nggak setuju kenapa gak maju sendiri, mengantikan si caleg perempuan).
Masalah umat juga masih banyak banget, mulai dari permurtadan yang merajalela sampai pencitraan buruk islam oleh media.
So bingung harus mulai dari mana???? Masak dijalan dakwah aku menikah #halah ngomong aja pengen nikah
AYO GENERASI MUDA, YANG BACA INI. LUPAKAN ANDA DARI NU, TARBIYAH, SALAF DKK. YANG PENTING KITA 1 UMAT ISLAM. Kalau anda suka dengan ajaran NU tidak berarti anda menyalahkan yang ngaji di salaf. Berlomba-lomba cari pahala dewe2 ae, jangan sibukan diri cari celah kesalahan saudara kita sendiri!



Copas ^_^

Empat Lilin



Ada 4 lilin yang menyala. Sedikit demi sedikit, lilin tersebut habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

Yang pertama berkata : "Aku adalah KEDAMAIAN, namun manusia tak mampu menjagaku. Maka lebih baik aku mematikan diriku saja." Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata : "Aku adalah KEPERCAYAAN. Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala." Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran lilin ketiga berbicara : "Aku adalah CINTA. Tak mampu lagi aku tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya."Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga.

Tanpa terduga, seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan, ia berkata : "Eh, apa yang terjadi? Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!" Lalu ia menangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu, lilin keempat berkata : "Jangan takut. Jangan menangis. Selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya. Aku adalah HARAPAN."

Dengan mata bersinar sang anak mengambil lilin harapan lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya.

Apakah anda termasuk orang yang mudah patah arang? Saya juga terkadang demikian. Namun, entah mengapa, saya selalu memiliki keyakinan bahwa sebenarnya selalu ada cahaya kecil yang menyinari hati kita. Cahaya ini mirip dengan cerita diatas...HARAPAN.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN. Ia ada di dalam hati kita dan di hati masing-masing orang
.